Tentang Abe Network

Advertisert

http://urusan-ranjang.blogspot.co.id/2016/06/foredi-100-asli-dan-resmi.html

http://urusan-ranjang.blogspot.co.id/2016/06/intimate-tissue-double-majakani.html

Belajar Sulap 250x250

21 Hari Mencari Jodoh 250x250

Find Us Ob Facebook

Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Keputihan Pada Wanita - Jenis, Penyebab dan Pencegahan

Permasalah keputihan merupakan permasalahan klasik pada kebanyakan kaum wanita. Ironisnya kebanyakan wanita tidak mengetahui tentang keputihan dan penyebab keputihan pada wanita itu sendiri dan malah yang menjadikan keputihan sebagai hal yang enteng. Justeru jika tidak ditangani dengan baik, keputihan bisa berakibat fatal. Kemandulan dan kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan) bisa menjadi salah satu akibat dari adanya keputihan, selain itu gejala awal kanker rahim biasanya dimuali dengan adanya keputihan. Dan tentunya kanker leher rahim merupakan jenis penyakit yang berbahaya yang jika tidak ditangani dengan baik, akan berujung pada kematian. Jadi jangan anggap enteng keputihan. (Baca: Keputihan dapat menyebabkan Kemandulan dan Kematian)

Keputihan akan sering teralami saat wanita sedang hamil, hal ini akibat adanya perubahan hormonal yang terjadi dan salah satu efek dari peningkatan hormonal tersebut adalah adanya produksi cairan yang meningkat serta diakibatkan juga oleh vagina wanita hamil yang mengalami penurunan keasamannya, juga akibat kondisi pencernaan mengalami perubahan.  Hal tersebut menyebabkan meningkatnya resiko sering terjadinya keputhan pada wanita hamil,  terutama keputihan yang diakibatkan adanya infeksi jamur.
Jenis Keputihan

Keputihan terbagi menjadi dua jenis yaitu yang bersifat fisiologis dan Patologis.

Keputihan Fisiologis

Jenis keputihan ini biasanya sering terjadi saat masa subur, serta saat sesudah dan sebelum menstruasi. Biasanya saat kondisi-kondisi tersebut sering terdapat lendir yang berlebih, itu adalah hal normal, dan biasanya tidak menyebabkan rasa gatal serta tidak berbau. Keputihan fisiologis pada wanita hamil tidak berpengaruh terhadap janin secara langsung, karena adanya selaput ketuban yang dapat melindungi janin.

Keputihan fisiologis atau juga banyak disebut keputihan normal memiliki ciri-ciri:

    -Cairan keputihannya encer
    -Cairan yang keluar berwarna krem atau bening
    -Cairan yang keluar tidak berbau
    -Tidak menyebabkan gatal
    -Jumlah cairan yang keluar terbilang sedikit

Keputihan Patologis

Keputihan jenis patologis disebut juga sebagai keputihan tidak normal. Jenis keputihan ini sudah termasuk ke dalam jenis penyakit. Keputihan patologis dapat menyebabkan berbagai efek dan hal ini akan sangat mengganggu bagi kesehatan wanita pada umumnya dan khususnya kesehatan daerah kewanitaan.

Keputihan patologis akibat adanya infeksi akan mengakibatkan meningkatnya resiko bayi lahir prematur pada wanita hamil dan bayi pun akan turut terkena infeksi. Bayi yang terkena infeksi virus beresiko mengalami ganngguan pencernaan dan gangguan pernapasan hingga bisa menyebabkan bayi mengalami kematian. Dan bayi yang mengalami infeksi akibat bakter dapat menyebabkan kebutaan pada bayi.

Keputihan patologis memiliki ciri-ceiri sebagai berikut:

    -Cairannya bersifat kental
    -Cairan yang keluar memiliki warna putih seperti susu, atau berwarna kuning atau juga hijau
    -Keputihan patologis menyebabkan rasa gatal
    -Cairan yang keluar memiliki bau yang tidak sedap
    -Biasanya menyisakan bercak-bercak yang telihat pada celana dalam wanita
    -Jumlah cairan yang keluar sangat banyak.

Penyebab Keputihan

Faktor kebersihan yang kurang baik. Kebersihan di darerah vagina haruslah terjaga dengan baik. Jika, daerah vagina tidak dijaga kebersihannya akan menimbulkan

berbagai macam penyakit salah satunya keputhan. Hal ini menyebabkan kelembaban vagina mengalami peningkatan dan hal ini membuat penyebab infeksi berupa bakteri patogen akan sangat mudah untuk menyebarnya.

Stress. Semua organ tubuh kinerjanya di pengaruhi dan dikontrol oleh otak, maka ketika reseptor otak mengalami kondisi stress hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan dan keseimbangan hormon -hormon dalam tubuh dan hal ini dapat menimbulkan terjadinya keputihan.

Penggunaan obat-obatan. Penggunaan obat antibitok dalam jangka lama bisa menyebabkan sistem imunitas pada tubuh wanita, dan obat antibiotik biasanya dapat menimbulkan keputihan. Sedangkan gangguan keseimbangan hormonal dapat juga disebabkan oleh penggunaan KB

Keputihan yang disebabkan oleh jamur, parasit, bakteri dan virus

Jamur Monilia atau Candidas. Bercirikan memiliki warna putih seperti susu, cairannya sangat kentar, sangat berbau tidak seda dan menimbulkan rasa gatal pada sekitar daerah vagina. Hal ini dapat menyebabkan vagina mengalami radang dan kemerahan. Biasanya hal ini juga dipicu oleh adanya penyakit kencing manis, penggunaan pil KB, serta tubuh yang memiliki daya tahan rendah.
Parasit Trichomonas Vaginalis

Terjadi dan ditularkan melalui hubungan seks, bibir kloset atau oleh perlengkapan mandi. Memiliki ciri, cairan yang keluar sangat kental, memiliki warna kuning atau hijau, berbuih dan berbau anyir. Keputihan akibat parasit tidak menimbulkan gatal, tapi jika ditekan vagina akan terasa sakit
Bakteri Gardnella

Keputihan akibat infeksi bakteri ini memiliki ciri berwarna keabuan, sedikit encer, memiliki bau ami dan berbuih. Keputihan jenis ini dapat menimbulkan rasa gatal yang sangat menggangu.
Virus

Keputihan jenis ini timbul akibat penyakit kelamin, seerti HIV/AIDS, herpes dan conyloma. Timbulnya kutil-kutil yang banyak dan diikuti oleh cairan berbau menandakan adanya virus condyloma. Biasanya ibu hamil sering terjangkit oleh virus ini. VIrus yang dapat ditularkan oleh hubungan seks yaitu virus herpes. Cirinya adanya luka yang melepuh di sekitar lubang vagina, terasa panas dan menimbulkan rasa gatal. Kanker mulut rahim yang sangat berbahaya bagi kaum wanita dapat di picu oleh keputihan yang disebabkan oleh keputihan akibat virus.
Mencegah Keputihan

    Bersihkan selalu organ intim anda. Bersihakan dengan menggunakan pembersih yang tidak menyebabkan gangguan kestabilan pH pada daerah vagina anda. Gunakan produk pembersih terbuat dari bahan susu. Produk yang terbuat dari bahan dasar susu dapat menjaga pH seimbang juga meningkatkan flora dan bakteri yang tidak bersahabat dapat ditekan. Penggunaan sabun antiseptik kurang baik bagi vagina dalam jangka panjang, karena bersifat agat keras.
    Jangan menggunakan bedak atau bubuk yang bertujuan membuat vagina harum atau kering. Bedak sangat kecil dan halus, hal ini mudah terselip dan tidak dapat terbersihkan, sehingga mengundang datangnya jamur pada vagina.
    Keringkanlah selalu vagina anda setelah mandi, cebok atau mencui vagina sebelum anda berpakaian
    Pakailah selalu pakaian dalam yang kering. Usahakan selalu untuk membawa cadangan guna berjaga-jaga jika celana dalam anda perlu diganti
    Gunakan celana luar yang memiliki pori-pori cukup, jangan terlalu seirng menggunakan celana luar yang ketat, hal ini dapat menyebabkan sirkluasi di daerah kewanitaan terganggu.
    Gunakan celana dalam dari bahan katun, karena bahan katun mampu menyerap keringat.
    Saat periode menstruasi, seringlah anda mengganti pembalut
    Panty liner digunakan saat dirasa perlu saja, janga digunakan terlalu lama.
    Jika anda stress, ambil waktu libur atau cuti anda, rileks kan pikiran anda sejenak. Karena stress juga dapat memacu keputihan
    Kurangi untuk kegiatan yang membuat anda sangat letih, kepanasan dan banyak mengeluarkan keringat, atau jika sudah melakukan aktivitas tersebut, segera mandi dan bersihkan tubuh anda khususnya daerah kemaluan.

Solusi dr. Boyke Dian Nugraha

Karena begitu berbahanya keputihan jika di biarkan, maka dr Boyke Dian Nugraha sebagai pakar seksolog Indonesia, mengeluarkan produk berupa tisu kesehatan namanya Tisu Majakani.





Harga PROMO : Rp.160.000,-/BOX

- 1 box = berisi 10 sachet (62x95 mm)
- 1 sachet berisi 1 sheet (140x200 mm)
 

Tissue kesehatan yang digunakan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim. Dengan formula bebas alkohol , ph balance dan extrak bahan alami, menjadikan sebagai pembasuh yang sangat lembut, aman, bebas iritasi dan segar sepanjang hari.

Tissue ini Berkhasiat terhadap keputihan:

    -Mengatasi & Mencegah Keputihan
    -Menghilangkan gatal-gatal pada organ intim
    -Mencegah jamur yang menyebabkan bau tak sedap
    -Menjaga agar kulit sekitar organ intim tetap sehat dan terawat.
    -Mencegah Kanker Serviks


INFO LEBIH LENGKAP KLIK DISINI !!

UNTUK PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :
ANDY HP.081264802849

Macam-macam Penyakit Kelamin Dan Pengobatannya

Penyakit kelamin adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang penyebarannya melalui hubungan seks atau jarum suntik yang sudah terkontaminasi penyakit tersebut, jika mendengar penyakit kelamin maka akan timbul hal-hal yang macam-macam dalam fikiran kita. Sudah bukan rahasia umum lagi jiga sebagian besar penyakit kelamin sangat berbahaya dan susah disembuhkan, sebenarnya apa sih arti penyakit kelamin itu sendiri? Penyakit kelamin adalah suatu penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks atau atau seks oral disebabkan oleh kuman. Penyakit kelamin diderita oleh laki laki maupun perempuan yang kebanyakan si penderita itu melakukan hubungan seks bebas, jika sudah terkena penyakit kelamin, maka si penderita itu bisa menularkan ke orang lain.

Macam-macam penyakit kelamin :

1.Gonorrhea atau Chlamydia

Disebabkan oleh bakteri, infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah hubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit kelamin ini. Pada pria, penyakit kelamin ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang air kecil dapat terasa sakit, gejala-gejala ini dapat terasa berat atau tidak terasa sama sekali. Sedangkan gejala-gejala gonorrhea pada wanita biasanya sangat ringan atau tidak terasa sama sekali, tetapi kalau tidak diobati penyakit kelamin ini dapat menjadi parah dan menyebabkan kemandulan. Penyakit kelamin ini dapat disembuhkan dengan obat herbal denature.

2.Herpes atau cacar
Disebabkan oleh virus hsv, gejala timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit kelamin ini. Gejala awal muncul seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair, dalam 5 sampai 10 hari gejala akan hilang. Virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul lagi sesuatu saat, dan kadang-kadang sering. Wanita kerap kali tidak sadar bahwa ia menderita herpes karena lecet terjadi di dalam vagina.

3.Infeksi jamur kelamin
Disebabkan oleh jamur, Menyebabkan kegatalan berwarna merah di bawah kulit pria yang tidak disunat. Pada wanita, akan ke luar cairan putih kental yang menyebabkan rasa gatal. Dapat disembuhkan dengan krim anti jamur.

4.Sipilis
Disebabkan oleh bacteria, lesi muncul antara 3 minggu sampai 3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit kelamin ini. Luka terlihat seperti lubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi, pada umumnya tidak terasa sakit. Luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap pada tubuh dan penyakit kelamin ini dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh Lecet-lecet ini akan hilang juga, dan virus akan menyerang bagian tubuh lain. Syphilis dapat disembuhkan pada tiap tahapan dengan obat herbal sipilis de nature, pada wanita lesi dapat tersembunyi pada vagina.
Baca Juga:  Tanda Dan Gejala Penyakit Tifus

5.Vaginitis
Infeksi pada vagina yang biasanya menyebabkan keluarnya cairan dari vagina yang berbau dan menimbulkan ketidaknyamanan, disebabkan oleh berbagai jenis bakteri (bakteri gonorrhea, chlamydia) atau jamur. Juga dapat disebabkan oleh berbagai bakteri berbahaya yang memang menetap pada vagina, dapat diselidiki dengan meneliti cairan vagina tersebut dengan mikroskop. Pada umumnya dapat disembuhkan dengan obat yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

6.Bisul atau kulit pada alat kelamin
Disebabkan oleh virus (Virus Human Papilloma atau HPV), muncul berupa satu atau banyak bisul atau benjolan antara sebulan sampai setahun setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit kelamin tersebut. Pada umumnya tidak dapat terlihat pada wanita karena terletak di dalam vagina, atau pada pria karena terlalu kecil. Dapat diuji dengan lapisan cuka. Dapat berakibat serius pada wanita karena dapat menyebabkan kanker cervix, bisul pada kelamin ini dapat disembuhkan, wanita harus menjalankan pap smear setiap kali berganti pasangan intim.

7.Kutu kelamin
Sangat kecil (lebih kecil atau sama dengan 1/8 inch), berwana kelabu kecoklatan, menetap pada rambut kemaluan. Dapat disembuhkan dengan obat cair yang digosokkan pada rambut kelamin.

8.Kutu di bawah kulit

Mirip dengan kutu kelamin, tetapi ukurannya lebih kecil dan menetap di bawah kulit. Menyebabkan luka-luka kecil dan gatal di seluruh tubuh, diobati dengan obat cair yang diusapkan ke seluruh tubuh. Pakaian, seprei dan handuk harus dicuci setelah pengobatan, karena kutu dapat menetap pada kain-kain terebut.

9.AIDS
Penyakit kelamin akibat hubungan intim yang paling serius, menyebabkan tidak bekerjanya sistim kekebalan tubuh. Tidak ada gejala yang nyata tanpa penelitian darah, dapat menyebabkan kematian setelah sepukuh tahun setelah terinfeksi virus HIV. Disebarkan melalui hubungan intim dan pemakaian jarum suntik secara bersamaan



Sumber : http://doktersehat.com/macam-macam-penyakit-kelamin-dan-pengobatannya


8 Penyakit Kelamin Yang Harus Diwaspadai Oleh Wanita



Selain pentingnya menjaga kebersihan organ intim, wanita juga wajib mengetahui penyebab dan gejala pada penyakit-penyakit kelamin yang tidak bisa kita prediksi kedepannya. Ternyata pencuci khusus organ intim tidak menutup kemungkinan terserang penyakit. Begitu banyak faktor yang menyebabkan terjangkitnya penyakit , dan tahukah anda bahwa daerah tropis dan subtropis juga berdampak pada penyakit kelamin? Jamur, bakteri dan parasit penyebab utama terjadinya infeksi. Mari kita ketahui lebih dalam lagi.

8 Penyakit Kelamin Yang Harus Diwaspadai Oleh Wanita
:

1. Bartholinitis

Bartholinitis adalah infeksi yang berada dipinggir salah satu kelenjar Bartholin, dan terletak pada bagian dasar labia. Penyebab penyakit ini karena terjadi infeksi dan gonokokus atau dapat juga karena adanya bakteri lain. Bartholinitis dapat menyerang kelenjar penderita, namun penyakit ini tidak menular saat berhubungan seks. Kelenjar ini berukuran kira-kira 1cm dan terletak pada lubang awal vagina. Kelenjar bartholin ini berfungsi sebagai pelumas saat melakukan hubungan seksual karena kelenjar ini menghasilkan sedikit cairan untuk bibir vagina saat berhubungan seksual. Gejala pada penyakit ini berupa demam dan tidak enak badan. Sedangkan gejala pada vagina, mengalami pembengkakan pada kanan atau kiri vagina, dan merasa nyeri bila diraba. Hal ini dapat berujung terjadi kista bartholinitis bila tidak cepat ditindak lanjuti.

2. Keputihan

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina yang bukan berupa darah. Keputihan pada wanita terbagi menjadi 2, keputihan fisiologis dan keputihan patalogis. Keputihan fisiologis biasanya terjadi menjelang menstruasi atau setelah menstruasi bisa juga semasa subur datang setiap bulan tetapi tidak dalam jangka waktu lama. Keputihan patalogis biasanya terjadi karena infeksi atau bakteri yang berada dalam atau sekitar vagina. Hal ini biasa terjadi karena adanya bakteri, virus, ataupun parasit di daerah vagina dan dapat menjalar dan menyebabkan peradangan atau penyakit yang lebih lanjut.

3. Herpes Genitalis

Herpes Genitalis merupakan infeksi STD ( sexually transmitted disease), yang disebabkan oleh virus (HSV) Herpes Simplex virus type II sebagian kecil bisa juga karena virus tipe I. HSV sendiri dibagi 2 jenis. HSV 1 biasanya akan menyerang badan (pinggang ke atas hingga mulut), dan SHV 2 biasanya menyerang pinggang kebawah. Adapun HSV 1 terjadi karena hubungan oral sex dan menular melalui tangan, oleh sebab itu herpes genitalis lebih banyak dikarenakan HSV 2.

Seseorang bila sudah terkena infeksi HSV memungkinkan terjadi 3 fase yang berbeda atau bahkan tidak terjadi gejala. Infeksi primer yang terjadi langsung pada diri penderita, infeksi nonprimer, infeksi rekuren dan asimtomatik atau tidak mengalami infeksi sama sekali.

    Pada infeksi primer terjadi virus dari luar akan masuk dalam badan penderita, lalu langkah selanjutnya virus menjalar dan bergabung dengan DNA sehingga terjadi multiplikasi, dan virus menjalar melalui saraf sensorik dan menetap secara permanent.
    infeksi non primer, infeksi yang sudah lama terjadi tetapi tidak mengalami gejala seperti infeksi primer. Dalam tubuh penderita membentuk sebuah antibody yang bila terjadi penjalaran virus tidak akan separah infeksi primer.
    Infeksi rekurens, terjadi dimana HSV yang sudah ada dalam badan penderita aktif kembali dan menggandakan diri. Hal ini dikarenakan luka, hal-hal lain semacam stress, mengkonsumsi alkohol, kelelahan, makanan yang merangsang penyakit, hubungan seksual yang terlalu berlebihan.

Gejala pada penyakit ini akan mengalami proses inkubasi 3-7 hari. Tetapi bisa juga penyakitnya tidak terlihat apalagi bila infeksi terjadi pada mulut rahim. Pada awalnya akan timbul seperti kulit terbakar ditempat yang akan terjadi luka. Proses berlanjut penderita akan mengalami rasa tidak enak badan, sakit kepala, pusing, cepat lelah, demam dan juga nyeri otot.

4. Kandidiasis

Kandidiasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur yang bersifat akut ataupun subakut yang biasanya disebut jamur Candida. Jamur ini semacam ragi, terdapat dalam tubuh, sistem imun yang kuat akan dapat menolak datangnya penyakit kandidiasis. Jamur ini tidak hanya menyerang vagina, tetapi dapat menyerang paru-paru, mulut, kulit dan lain-lain. Kandidiasis pada vagina biasanya dikarenakan obat antibiotik yang lebih sering dipakai, penggunaan pil KB, dan obat-obatan lain yang mengubah suhu daerah vagina sehingga timbul jamur candida, gejalanya mengalami rasa gatal, terbakar, dan keluarnya cairan kental berwarna putih, dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Jamur pada mulut biasanya disebut dengan thrush, bila jamur menjalar lebih dalam maka akan menyerang tenggorokan sehingga penderita akan sulit menelan, hilang selera makan, mual, dan sakit tenggorokan. Gejala dapat dilihat adanya gumpalan seperti busa pada mulut atau bintik-bintik merah. Pengobatan pada penyakit ini tidak akan menghilangkan candidia yang berada dalam tubuh, akan tetapi untuk mengendalikan jamur itu agar tidak berlebihan, tentu dengan sistem kekebalan tubuh lebih berpengaruh terhadap jamur tersebut karena bakteri dalam tubuh dapat mengendalikan jamur tersebut.

5. Kanker Seviks

Kanker servisks, kanker yang banyak ditakuti oleh kaum wanita, dalam catatan WHO, setiap tahun ribuan wanita didunia meninggal disebabkan penyakit ini, penyakit yang menduduki peringkat teratas penyebab kematian wanita didunia. Kanker serviks yang biasanya disebut kanker leher rahim adalah kanker yang disebabkan oleh virus Human Pappiloma Virus (HPV) yang menyerang leher rahim wanita. Pada negara berkembang sekitar 5% dapat melakukan pengobatan kanker serviks stadium awal, sehingga sekitar 76,6% wanita berobat ketika penyakit memasuki stadium lanjut hal ini dikarenakan kanker ini tanpa gejala. Infeksi HPV menjadi kanker serviks memakan waktu cukup lama sekitar 10-20 tahun namun proses infeksi ini tidak pernah disadari wanita oleh sebab itu wajib bagi wanita mengikuti vaksinasi kanker leher rahim. Penyebab HPV terdiri dari gaya hidup yang kurang baik, kurangnya menjaga kebersihan alat reproduksi, kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin, berganti-ganti pasangan dan kurangnya asupan asam folat pada tubuh. Gejala awalnya pun tidak ada ciri khas yang menunjukan terjangkit.

Ciri-ciri wanita mengalami gejala kanker serviks :

    -Keputihan berlebih disertai pendarahan
    -Selalu mengeluh sakit ketika berhubungan intim dan diikuti oleh keluarnya darah
    -Saat buang air kecil mengalami rasa sakit
    -Disaat menstruasi darah yang keluar lebih banyak dari normalnya
    -Saat memasuki stadium lanjut, wanita sering merasa mual, nafsu makan berkurang, memiliki rasa sakit saat buang air kecil, berat badan menurun dan tidak stabil

Faktor Kebersihan organ intim sangat diperlukan untuk mencegah adanya penyakit kanker pada wanita. Diantaranya pemakaian pembalut yang lama, kebersihan air yang tidak maksimum ketika membasuh, keputihan yang dibiarkan terus menerus, dan penularan hubungan seksual dengan penderita.

6. Servisitis

Servisitis adalah suatu kondisi medis dimana terjadi luka pada serviks yang menjadi penghalang kuman-kuman dari luar yang masuk. Serviks itu sendiri berposisi pada ujung rahim yang sempit yang terbuka ke arah vagina. Penyebab servisitis adalah mikrooganisme aoreb, kandraga, dan trikomas vaginalis. Tetapi dapat juga disebabkan oleh alat-alat kontrasepsi atau benda asing yang menempel dan melukai serviks.

7. Ulkus Mole

Ulkus Mole adalah infeksi genital akut yang tertular melalui hubungan seksual, penyebabnya adalah Haemophilus ducreyi (Streptobacillus ducreyi). Penyakit ini lebih sering menyerang pria dibanding wanita, terutama pria yang sering melakukan prostitusi, dan sering menyerang wanita penjajah seks. Penyakit ini biasanya berkembang dinegara tropis subtropis dan negara berkembang seperti Afrika, Karibia, dan Asia. Bakteri ulkus mole tertular langsung melalui hubungan seksual, dan bakteri tersebut akan mati dengan suhu 50 derajat dalam 1 jam dan dapat juga disembuhkan dengan menggunakan antiseptik. Gejala mengalami masa inkubasi selama 1-2 minggu yang akan terlihat adalah borok pada pangkal paha sepanjang 3-30cm, dan mengalami sakit yang luar biasa setelah 3-10 hari terjadi infeksi. Namun pada wanita kemungkinan gejala akan keputihan, sakit ketika buang air kecil, mengalami borok di dalam vagina.

8. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit yang menular melalui hubungan seksual, penyebabnya protozoa parasit. Trikomoniasis pada wanita biasanya menyerang vagina untuk pencegahan dalam penyakit ini menggunakan kondom saat berhubungan adalah cara yang tepat. Penyakit ini adalah penyakit yang sangat umum ditemukan didunia, dan salah satu penyakit dari 3 penyakit vagina yang paling umum pada wanita. Faktor terjadi penularan adalah karena berganti-ganti pasangan, berhubungan dengan lelaki yang baru, menggunakan obat injeksi, atau penularan dari berhubungan dengan lelaki yang terinfeksi. Gejala yang terlihat pada wanita adalah pada dinding vagina berwarna kekuning-kuningan, atau kuning kehijau-hijauan, berbusa, dan berbau tidak enak. Dinding vagina akan terlihat sembam dan kemerah-merahan.

Kenali 6 Warna Keputihan yang Berhubungan dengan Kesehatanmu

Keputihan merupakan cairan yang keluar dari dalam vagina. Munculnya keputihan bisa bersifat wajar apabila terjadi dalam jumlah yang tidak berlebihan. Namun, sebaliknya bisa jadi gejala penyakit apabila datang dengan hal-hal aneh yang membuat diri sendiri tidak nyaman. Misalnya warna yang mencolok, bau yang tidak sedap, teksur, atau rasa sakit yang timbul di area kulit organ kewanitaan.

Oleh karena itu, sebagai perempuan, setidaknya kamu patut mengetahui berbagai warna keputihan yang suatu saat bisa saja muncul di dirimu. Warna keputihan juga memiliki hubungan dengan kesehatanmu, lho. Terutama kesehatan organ intim. So, coba kamu cek artikel berikut ini. Check this out!

Jernih dan elastis. 
Keputihan seperti ni biasanya muncul setelah berakhirnya masa menstruasimu yang kemunculan awalnya berwarna agak pekat. Coba ambil cairan keputihan pakai jari, lalu regangkan di antara dua jari. Jika berwarna jernih dan elastis setelah direntangkan secara maksimal, itu tanda kalau kamu sedang mendekati masa ovulasi dan keputihan ini bersifat normal.


Warna putih. 
Munculnya keputihan macam ini biasanya sebelum dan setelah masa menstruasi. Namum, kamu patut waspada kalau cairan putih yang keluar disertai rasa gatal dan bau nggak sedap seperti amis, bisa jadi hal tersebut jadi tanda-tanda daerah kewanitaanmu mengalami infeksi jamur. Segera berkonsultasi ke dokter adalah langkah tepat.

Warna kuning. 
Kamu patut waspada apabila cairan keputihan yang keluar dari vaginamu berwarna kuning. Sebab, bisa saja ada organisme kuman yang tumbuh dan bersarang di sana, Biasanya, kuman-kuman masuk melalui hubungan seksual. Jika sudah begini, kamu juga perlu mewaspadai pula gejala infeksi gonorhoe, klamida, dan trichomonas. Bakteri jahat jenis mycoplasma hominis dan gardnerella vaginalis juga menjadi penyebab keputihan jenis ini.


Warna cokelat. Biasanya keputihan yang datang dengan warna coklat terjadi pada periode haid, kehamilan di awal, atau menopouse. Keputihan ini juga bisa jadi tanda penyakit pada vaginamu. Jika keputihan bersifat abnormal, misalnya disertai dengan rasa nyeri pinggang dan bokong dan bau tidak sedap, kamu patut waspadai mungkin ini tanda awal penyakit kanker serviks atau pelvis inflammatory disease.


Warna hijau. 
Jika cairan keputihan muncul dalam jumlah besar dan disertai aroma busuk juga nyeri pada organ kewanitaan, kamu wajib curiga kalau keputihan ini menjadi gejala infeksi organ reproduksi. Trichomonas vaginalis merupakan protozoa penyebab cairan keputihan menjadi berwarna kehijauan.Pada level keputiha yang parah, kamu akan mengalami rasa panas dan gatal di sekitar area kewanitaan. Penyebabnya adalah Nisseria gonorrhoe atau GO.


Warna abu-abu. 
Keputihan yang keluar dengan warna abu-abu disertai gatal, bau tidak sedap, dan bengkak kemerahan pada sekitar mulut vagina perlu dapat perhatian serius dari dokter. Sebab, bisa jadi disebabkan oleh bakteri berbahaya. Parahnya warna abu-abu diikuti dengan darah dan bersifat encer. Kemungkinan, kamu sedang mengalami kanker.


Apapun warna keputihan yang kamu alami, jika itu terlihat tidak wajar yang ditandai dengan bau atau rasa sakit, kamu bisa langsung menghubungi dokter kelamin untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jika tidak, bisa saja keputihanmu itu menjadi bakal penyakit serius di kemudian hari.

3 Penyakit akibat oral seks

Oral seks adalah salah satu aktivitas seks non penetrasi yang sebetulnya sangat baik dilakukan oleh pasangan suami istri.

Sayangnya banyak orang yang karena menganggap aktivitas ini tidak menyebabkan kehamilan akhirnya melakukannya dengan bebas dan tanpa pengaman.

Sebuah studi pernah dilakukan tentang kecenderungan melakukan hubungan oral seks pada pasangan yang tidak menikah. Hasilnya cukup mengejutkan.

Setelah berciuman dan petting, oral seks menempati urutan ketiga aktivitas non penetratif yang dilakukan oleh remaja yang masih berpacaran.

Para remaja ini melakukan oral seks karena tidak mau berhubungan seks vaginal, selain itu mereka juga takut dengan risiko kehamilan pra menikah. Meski demikian beberapa diantaranya mengaku melakukan seks oral sebagai bagian dari foreplay sebelum penetratif seksual.

Yang kurang dipahami adalah oral seks ternyata dapat menjadi ajang penularan beberapa jenis penyakit menular seksual dan bahkan kanker terutama jika berganti-ganti pasangan.

Di artikel sehatki.com kali ini kita akan membahas bahaya oral seks dan beberapa jenis penyakit akibat oral seks. Pada bagian bawah halaman akan kita bahas beberapa tips cara melakukan seks oral yang aman.


Daftar Penyakit Akibat Oral Seks

Oral seks adalah stimulasi seksual pada alat kelamin menggunakan mulut dan lidah. Cara ini merupakan salah satu metode penularan Penyakit Menular Seksual (PMS) yang paling sering diabaikan orang.

Meski hanya memiliki satu pasangan, anda tetap dapat terjangkiti PMS akibat seks oral, dan semakin banyak parner seks anda semakin besar risiko anda menderita PMS.

Berikut ini beberapa jenis Penyakit Menular Seksual yang umum ditularkan melalui aktivitas oral seks:

  • Gonorea
  • Herpes genital
  • Sipilis

Beberapa jenis infeksi di bawah ini dapat juga ditularkan melalui seks oral terutama jika dilakukan dari mulut ke anus (anilingus):

  • Klamidia
  • HIV
  • Hepatitis A, hepatitis B dan hepatitis C
  • Kutil kelamin
  • Kutu kemaluan



“Ya, Anda bisa mengalami kanker tenggorokan akibat melakukan oral seks,” ujar kepala American Cancer Society, Otis Brawley, MD.

Pada dasarnya bukan aktivitas oral tersebut yang secara langsung menyebabkan kanker tetapi akibat adanya virus bernama Human Papillomavirus (HPV), yang ditularkan melalui hubungan seks, termasuk oral seks.

Para peneliti telah menemukan bahwa beberapa jenis kanker orofaring (tengah tenggorokan) dan amandel mungkin disebabkan oleh jenis tertentu dari human papillomavirus (HPV).

HPV umumnya tidak berbahaya dan tidak selalu menyebabkan kanker. Jika Anda tidak terkena HPV selama melakukan seks oral, Anda tidak berisiko terkena kanker.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine pada tahun 2007 menunjukkan meningkatnya risiko kanker orofaringeal pada orang yang melakukan oral seks dengan setidaknya enam mitra seks yang berbeda.
Bagaimana Melakukan Oral Seks yang Aman

Risiko mengalami penyakit menular seksual akibat seks oral dapat diturunkan dengan menggunakan kondom, dental dam (pelindung gigi) atau metode penghalang lainnya saat melakukan oral.

Untuk fellatio (oral mulut ke penis):

    Tutupi penis dengan kondom lateks tanpa pelumas
    Gunakan kondom plastik (polyurethane) jika pasangan anda alergi terhadap lateks.

Untuk cunnilingus (oral dari mulut ke vagina) dan anilingus (oral mulut ke anus):

    Gunakan dental dam, atau
    Potong kondom dan bentuk persegi lalu letakkan di antara mulut dan vagina atau anus pasangan.

Cara paling aman agar tidak mengalami infeksi menular seksual dari seks oral adalah dengan menggunakan pengaman dan menjauhkan diri dari hubungan seks dengan berganti pasangan.

Demikian informasi singkat beberapa jenis penyakit akibat oral seks menggunakan mulut. Untuk mencegah agar tidak terkena infeksi menular, selalu hindari seks berisiko dan berlaku setia pada pasangan.

 
Paket Minyak Cinta 300x250